Wednesday, 14 August 2013

makalah statistika

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Bulutangkis adalah permainan yang sudah popular di Indonesia. Permainan bulutangkis merupakan olahraga yang dimainkan dengan menggunakan net, raket, dan shuttlecock dan dimainkan dengan berbagai gerakan variasi mulai dari yang relatif lambat hingga yang sangat cepat disertai dengan gerakan tipuan (James Poole 2002: 3). Permainan ini dapat dimainkan secara beregu maupun perorangan, baik pria maupun wanita atau dapat pula secara campuran. Bulutangkis merupakan suatu permainan kecil merupakan materi yang diajarkan di sekolah dasar khususnya kelas atas.
            Sekolah Dasar Negeri 2 Samigaluh Kulon Progo adalah sekolah yang berlokasi dipadukuhan Sebo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kuln Progo yang sebagian mata pencaharian penduduk adalah petani. Sekolah ini mengajarkan permainan bulutangkis bagi siswa kelas atas. Pembelajaran permainan bulutangkis disekolah, khususnya di Sekolah Dasar Negeri 2 Samigaluh Kulon Progo sangat mendukung proses pencapaian kebutuhan aktivitas gerak bagi anak didik, namun demikian dalam pembelajarannya masih banyak terjadi kendala dan hambatan.
            Hambatan tersebut diantaranya berasal dari siswa karena siswa membawa potensi dan pengalaman gerak masing-masing, disamping itu peralatan seperti shuttlecock dan raket tidak mudah disediakan dalam jumlah yang cukup, di SDN 2 Samigaluh Kulon Progo hanya mempunyai 8 buah raket, 1 buah net, persediaan shuttlecock yang terbatas, dan lapngan yang hanya memanfaatkan halaman sekolah, bukan lapangan permanen. Hal tersebut diatasi oleh guru dengan memodifikasi raket dengan kayu berbentuk seperti bet tenis meja, memodifikasi bola dengan balon, selain itu menghimbau agar pada setiap pembelajaran bulutangkis anak-anak yang mempunyai raket membawanya kesekolah sehingga anak-anak akan banyak mendapatkan giliran bermain. Mereka merasa senang dan mau membawa raketkesekolah, teapi ada anak yang tidak mempunyai raket dan mengatakan bahwa raket itu mahal, dan masih ada anak yang mengatakan bahwa bulutangkis itu sulit karena sering meleset dalam memukul, raketnya berat, shuttlecock cepat rusak, dan sebagainya. Hambatan yang lain adalah bahwa permainan bulutangkis merupakan permainan yang berat aktivitasnya, karena bola dipukul terus menerus tanpa diseling dengan pantulan bola, sehingga membutuhkan kondisi tubuh yang benar-benar sehat dan bugar.
            Siswa kelas 4, 5 , 6, atau kelas atas adalah anak-anak yang berumur antara 10-12 tahun yang mempunyai karakteristik senng bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung.
B.     Hipotesis
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas didapatkan hipotesis sebagai berikut         :
1.      Belum diketahuinya minat siswa kelas atas SDN 2 Samigaluh Kulon Progo terhadap pembelajaran bulutangkis
2.      Masih adanya hambatan-hambatan dalam pembelajaran bulutabgkis pada kelas atas SDN 2 Samigaluh Kulon Progo dari segi sarana dan prasarana
3.      Masih ada siswa yang bermalas-malasan dan tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran bulutangkis.
C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan Hipotesis, maka rumusan masalah adalah : Seberapa tinggi minat siswa kelas atas sekolah dasar negeri 2 samigaluh kulon progo terhadap pembelajaran bulutangkis ?.
D.    Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data menggunakan angket. Penelitian ini bermaksud mengetahui seberapa tinggi minat siswa kelas atas di SDN 2 Samigaluh Kulon Progo terhadap pelajaran bulutangkis, dan berusaha mencari informasi, gambaran secara teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa sehingga didapatkan kesimpulan tertentu.